LAMPUNGRADAR24.co.id- Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

Ajakan tersebut disampaikan saat pelaksanaan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026) siang.

 

Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan moderator Zulkarnain. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.

 

Dalam sambutannya, Dedi Yuginta menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan penting dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai-nilai Pancasila dan pentingnya mencintai bangsa Indonesia.

 

Menurutnya, perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses berbagai informasi. Karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang dikonsumsi anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia mereka.

 

“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.

 

Selain menyoroti pentingnya pendidikan karakter, Dedi juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.

 

Ia mengajak warga menjaga lingkungan masing-masing, tidak membuang sampah sembarangan, serta menghindari tindakan yang dapat memicu kebakaran. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu menjadi tanggung jawab bersama, terlebih ketika memasuki musim hujan yang berpotensi menimbulkan banjir apabila saluran air dan lingkungan tidak terjaga dengan baik.

 

“Mari kita jaga lingkungan masing-masing. Saat musim kemarau, kita harus waspada terhadap potensi kebakaran. Jangan membuang sampah sembarangan karena ketika hujan turun, sampah dapat menyumbat saluran air dan memicu banjir,” pesannya.

 

Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak seluruh peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari tugas DPRD dalam memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.

 

Rahmat memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan yang mempersatukan keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk final negara Indonesia.

 

Ia menegaskan bahwa perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi alasan untuk terpecah belah. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun persatuan dan menjaga keutuhan bangsa.

 

Rahmat juga mengingatkan peserta agar mengambil pelajaran dari berbagai gejolak sosial dan demonstrasi di sejumlah negara yang berpotensi memicu konflik serta perpecahan, terutama ketika melibatkan generasi muda.

 

Menurutnya, kondisi global juga dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat, termasuk melalui perubahan harga minyak dunia yang berpengaruh terhadap perekonomian. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat memperkuat semangat gotong royong, saling membantu, dan mencintai produk dalam negeri.

 

“Persatuan harus kita jaga bersama. Mari hidup saling tolong-menolong, memperkuat kebersamaan, dan mencintai produk dalam negeri sebagai bentuk kontribusi kita bagi bangsa,” ujarnya.

 

Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan menggelorakan semangat nasionalisme melalui seruan “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”

 

Taufik menjelaskan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak persatuan nasional sebelum lahirnya Pancasila sebagai dasar negara.

 

Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar penting, yaitu bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

 

Menurutnya, Bahasa Indonesia memiliki peran penting sebagai alat pemersatu masyarakat yang terdiri atas beragam suku dan bahasa daerah. Tanpa semangat persatuan dan kesediaan untuk saling memahami, perbedaan dapat memicu perselisihan.

 

Dalam kesempatan itu, Taufik juga menguraikan butir-butir pengamalan Pancasila agar masyarakat tidak hanya memahami Pancasila secara teori, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menghormati sesama, menjaga toleransi, mengedepankan musyawarah, hingga mewujudkan keadilan sosial.

 

Ia turut menegaskan bahwa DPRD merupakan lembaga perwakilan rakyat yang memiliki tanggung jawab memperjuangkan aspirasi masyarakat.

 

Taufik juga mengimbau warga agar tidak ragu menyampaikan keluhan, masukan, maupun persoalan yang berkaitan dengan pelayanan publik dan rasa keadilan kepada anggota DPRD sebagai wakil rakyat.

 

(Ng)