LAMPUNGRADAR24.co.id – Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Wiyadi, SP., MM., menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Lengkung Langit, Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung Palgunadi dan Tenaga Ahli DPRD Kota Bandar Lampung Suheli, SH., sebagai narasumber.
Kegiatan yang dimoderatori Melinda tersebut menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai Pancasila sekaligus menumbuhkan wawasan kebangsaan, khususnya di kalangan generasi muda.
Wiyadi mengatakan, Ideologi Pancasila memiliki tujuan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah menyerah menghadapi berbagai kondisi dan tantangan yang terjadi saat ini.
Menurut Wiyadi, pemuda harus terus meningkatkan kemampuan dengan aktif mengikuti organisasi, memperluas pergaulan, serta mempererat silaturahmi dengan masyarakat.
“Untuk generasi muda jangan berputus asa dan masuklah ke dalam organisasi untuk berkembang dan meningkatkan kemampuan serta sering bersilaturahmi. Para pemuda jangan putus asa dengan keadaan sekarang dan harus kritis kepada pemerintah terhadap program-programnya, seperti contoh MBG,” ujar Wiyadi.
Wiyadi menekankan pentingnya sikap kritis generasi muda terhadap kebijakan pemerintah.
Menurutnya, sikap kritis harus diwujudkan dengan memberikan masukan dan pengawasan terhadap program pemerintah secara konstruktif demi kepentingan masyarakat.
Sementara itu, narasumber Suheli, SH., memaparkan mengenai makna dan penerapan lima sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan bahwa Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diterapkan dalam perilaku dan kehidupan bermasyarakat.
Suheli juga memberikan contoh semangat kebangsaan yang terlihat dalam kegiatan tersebut. Salah satunya ditunjukkan oleh Asep, salah seorang peserta yang telah berusia 86 tahun.
Meski telah lanjut usia, Asep tetap bersemangat mengikuti kegiatan, termasuk saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Menurut Suheli, semangat tersebut menjadi contoh bahwa kecintaan terhadap bangsa dan negara dapat diwujudkan oleh seluruh masyarakat tanpa mengenal batas usia.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung Palgunadi menyampaikan bahwa Bandar Lampung merupakan miniatur Indonesia karena dihuni masyarakat dengan latar belakang suku, agama, budaya, dan karakter yang beragam.
Keberagaman tersebut, menurutnya, harus menjadi kekuatan untuk membangun persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat.
Palgunadi juga menyinggung kondisi toleransi di Kota Bandar Lampung yang menurutnya menjadi salah satu latar belakang pentingnya kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila.
Ia menilai penguatan pemahaman terhadap Pancasila diperlukan agar masyarakat mampu menjaga kerukunan serta mencegah munculnya sikap intoleransi.
Palgunadi Paparkan Sejarah Lahirnya Pancasila
Dalam materinya, Palgunadi turut menjelaskan sejarah lahirnya Pancasila. Ia menyampaikan bahwa proses perumusan dasar negara tersebut berkaitan erat dengan rangkaian sidang BPUPKI pada akhir Mei hingga awal Juni 1945.
Pada 1 Juni 1945, Bung Karno menyampaikan gagasan mengenai dasar negara yang kemudian dikenal sebagai Pancasila.
Palgunadi mengajak masyarakat untuk bangga sebagai bangsa Indonesia serta menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pancasila kemudian disahkan sebagai dasar negara pada 18 Agustus 1945 dan tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Ia menjelaskan, lima konsep utama Pancasila terdiri dari nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial.
“Harus bangga sebagai bangsa Indonesia dan terus menjaga serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Palgunadi.
Melalui Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan tersebut, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
Khusus bagi generasi muda, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong mereka untuk aktif berorganisasi, meningkatkan kemampuan, memiliki kepedulian sosial, serta kritis terhadap berbagai persoalan dan program pembangunan pemerintah.
Wiyadi mengajak generasi muda aktif berorganisasi dan kritis terhadap program pemerintah
(Ng)




