LAMPUNGRADAR24.co.id – Polsek Wonosobo Polres Tanggamus bergerak cepat merespons kejadian gorong-gorong ambrol yang memicu banjir di Pekon Negeri Ngarip, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Sabtu (1/8/2026). Selain menggenangi tiga rumah warga, kerusakan gorong-gorong di Jalur Lintas Barat (Jalinbar) juga sempat mengganggu arus lalu lintas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

Personel dipimpin Kapolsek Wonosobo Iptu Primadona Laila, S.H., diterjunkan dalam penanganan kejadian tersebut bersama Aiptu Fuad Hamidi, S.H., Aipda Yusmantoni, Aipda Riyan Rozi, Brigpol Dapid Apria Utama, serta dibantu petugas pemadam kebakaran.

 

Kapolsek Iptu Primadona Laial mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Wonosobo. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air meningkat, sementara gorong-gorong yang amblas dan tersumbat batu berukuran besar membuat aliran air tidak dapat mengalir dengan lancar hingga akhirnya meluap ke permukiman warga.

 

“Luapan air terjadi akibat curah hujan yang tinggi ditambah gorong-gorong yang amblas dan tersumbat batu besar. Akibatnya air meluap dan masuk ke tiga rumah warga di Pekon Negeri Ngarip dengan ketinggian sekitar selutut orang dewasa,” kata Iptu Primadona Laila, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., Minggu (2/8/2026) dinihari.

 

Selain merendam rumah warga, gorong-gorong yang amblas juga menyebabkan badan jalan di Jalur Lintas Barat menyempit sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan. Menyikapi kondisi tersebut, Kapolsek bersama personelnya langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan, pemantauan, dan pengaturan arus lalu lintas.

 

“Anggota langsung kami kerahkan ke lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan mengantisipasi terjadinya kecelakaan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas kami. Selain melakukan pengaturan lalu lintas, personel juga memantau perkembangan debit air dan mendata dampak yang ditimbulkan akibat banjir,” jelasnya.

 

Kapolsek mengungungkapkan, hingga sekitar pukul 23.45 WIB hujan masih mengguyur wilayah Kecamatan Wonosobo sehingga material batu besar yang menyumbat gorong-gorong belum dapat dievakuasi karena debit air masih tinggi. Namun, kondisi cuaca berangsur membaik setelah hujan berhenti sekitar pukul 00.30 WIB.

 

“Alhamdulillah hujan sudah berhenti sekitar pukul 00.30 WIB. Saat ini kondisi terus kami monitor bersama personel di lapangan,” ungkapnya.

 

Meski gorong-gorong yang ambrol belum selesai diperbaiki, arus lalu lintas di Jalur Lintas Barat tetap dapat dilalui kendaraan. Namun, karena badan jalan menyempit, kendaraan hanya bisa melintas secara bergantian dari satu arah.

 

“Jalur masih bisa dilalui satu mobil, tetapi memang harus bergantian. Personel kami tetap berjaga untuk mengatur arus lalu lintas agar berjalan aman dan lancar,” tegasnya.

 

Ia menambahkan, hingga saat ini situasi di lokasi terpantau kondusif. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara genangan air di permukiman warga terus dipantau sambil menunggu penanganan gorong-gorong oleh instansi terkait hingga proses penanganan selesai dilakukan dan kondisi kembali normal.

 

“Kami mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintasi lokasi, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta meningkatkan kewaspadaan apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” pungkasnya.

 

(Ng)