LAMPUNGRADAR24.co.id – Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan, Wiwik Anggraini, S.H., menyampaikan permohonan maaf kepada empat jurnalis atas perlakuan kurang baik yang dilakukan oleh timnya saat pelaksanaan kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK), Sabtu (10/10/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

Permohonan maaf tersebut disampaikan Wiwik saat bertemu dengan para jurnalis di ruang Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Senin (13/10/2026).

 

Wiwik mengakui bahwa insiden yang terjadi di lokasi kegiatan PIP-WK di Jalan Sultan Haji, Gang Harapan B, Kelurahan Kota Sepang, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, menjadi bahan evaluasi bagi dirinya maupun tim yang bertugas.

 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan jurnalis yang telah menegur dan mengingatkannya atas kejadian tersebut.

 

“Terima kasih kepada rekan-rekan jurnalis yang telah menegur dan mengingatkan saya atas kejadian yang dilakukan oleh tim saya. Saya sudah menegur tim agar ke depan bisa lebih baik dalam menyambut siapa pun yang hadir, baik pada kegiatan PIP-WK maupun kegiatan anggota DPRD lainnya,” ujar Wiwik.

 

Wiwik menjelaskan, dirinya merasa kaget ketika mengetahui adanya pemberitaan mengenai insiden tersebut. Pasalnya, saat kejadian berlangsung, ia mengaku belum tiba di lokasi kegiatan sehingga tidak mengetahui secara langsung peristiwa yang dialami keempat jurnalis tersebut.

 

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kejadian itu menjadi pembelajaran penting bagi dirinya dan tim agar lebih baik dalam menyelenggarakan kegiatan serta membangun komunikasi dengan masyarakat dan insan pers.

 

Menurutnya, sebagai anggota DPRD yang merupakan wakil rakyat, dirinya harus mampu menunjukkan sikap terbuka dan menghargai semua pihak, termasuk jurnalis yang menjalankan tugas peliputan.

 

“Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bagi saya dan tim untuk lebih baik lagi setiap ada kegiatan,” ungkapnya.

 

Permohonan maaf tersebut menjadi respons Wiwik atas insiden yang menimpa empat jurnalis ketika hendak meliput kegiatan PIP-WK pada Sabtu lalu.

 

Ke depan, ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan anggota DPRD dapat membangun komunikasi yang baik, menghormati tugas jurnalistik, serta menciptakan suasana yang terbuka bagi insan pers dalam menjalankan fungsi peliputan.

 

(Ng)