LAMPUNGRADAR24.co.id – Pengembangan layanan ini merupakan bagian dari arah penguatan dan diversifikasi pelayanan RSUDAM pada masa kepemimpinan Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, dr. Imam Ghozali, Sp.An., KMN., M.Kes. Di bawah kepemimpinan tersebut, pengembangan layanan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat melalui layanan yang semakin terintegrasi, didukung penguatan sumber daya manusia, sarana prasarana, sistem pelayanan, serta pemanfaatan teknologi kesehatan secara bertahap.
RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung terus memperkuat pengembangan layanan kesehatan yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Salah satu pengembangan yang tengah dipersiapkan adalah Klinik Fertilitas (Fertility Center) yang dirancang sebagai layanan komprehensif bagi pasangan yang membutuhkan evaluasi dan penanganan masalah fertilitas, sekaligus menjadi bagian dari pengembangan layanan kesehatan perempuan di RSUDAM.
Rencana pengembangan tersebut tidak berhenti pada layanan fertilitas dasar. Berdasarkan roadmap pengembangan layanan RSUDAM, Fertility Center diarahkan untuk berkembang secara bertahap menuju layanan teknologi reproduksi berbantu serta terintegrasi dengan layanan gangguan haid dan menopause, endometriosis, dan minimally invasive gynecology. Pengembangan ini menempatkan kebutuhan, keamanan, privasi, dan kesinambungan pelayanan pasien sebagai bagian penting dalam desain Layanan dikembangkan bertahap sesuai kebutuhan dan indikasi medis
Dalam rancangan pelayanan, perjalanan pasien dimulai dari konsultasi dan evaluasi awal, dilanjutkan pemeriksaan dasar maupun pemeriksaan lanjutan sesuai kebutuhan. Tahapan tersebut antara lain mencakup konsultasi fertilitas, pemeriksaan ginekologi dan USG transvaginal, pemeriksaan serta analisis sperma, dan pemeriksaan penunjang lainnya. Setelah evaluasi dilakukan, pasien mendapatkan pilihan penatalaksanaan sesuai hasil pemeriksaan dan indikasi medis.
Roadmap layanan pada tahap teknologi reproduksi berbantu mencakup natural cycle, Intrauterine Insemination (IUI), hingga pengembangan menuju In Vitro Fertilization (IVF). Karena dikembangkan secara bertahap, setiap jenis tindakan akan disiapkan berdasarkan kesiapan fasilitas, sumber daya manusia, sistem pelayanan, serta ketentuan dan indikasi medis yang berlaku.
IUI menjadi bagian dari pengembangan awal layanan reproduksi berbantu
Sebagai bagian dari persiapan layanan, RSUDAM telah menyusun alur pelayanan IUI yang mencakup pendaftaran, edukasi pasien, konsultasi, stimulasi dan monitoring, preparasi sperma, pelaksanaan tindakan, observasi pascatindakan hingga dokumentasi pelayanan. IUI merupakan prosedur reproduksi berbantu dengan memasukkan sperma yang telah melalui proses preparasi ke dalam rahim menggunakan kateter khusus pada waktu yang disesuaikan dengan proses ovulasi.
Dalam setiap tahapan, RSUDAM menempatkan keamanan pasien, ketepatan identitas, edukasi yang memadai, privasi, serta dokumentasi pelayanan sebagai prinsip penting. Pasien akan mendapatkan informasi mengenai tahapan pelayanan, persiapan tindakan dan tindak lanjut setelah prosedur.
Didukung layanan multidisiplin dan sistem terintegrasi.
Pengembangan Fertility Center disiapkan dengan dukungan tim multidisiplin yang melibatkan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi (FER), perawat, tenaga laboratorium/andrologi, serta tenaga administrasi dan unit terkait lainnya. Pengembangan kompetensi SDM dan pelatihan berkelanjutan menjadi bagian dari tahapan penguatan layanan.
Dari sisi fasilitas, rancangan pengembangan mencakup ruang konsultasi, ruang pemeriksaan dan monitoring, ruang tindakan, fasilitas operasi dasar, laboratorium andrologi dan embriologi, serta fasilitas pendukung lainnya sesuai tahapan pengembangan layanan. Sistem informasi pasien yang terintegrasi dengan SIMRS juga direncanakan untuk mendukung pencatatan, pelaporan, keamanan data dan kesinambungan pelayanan.
Menuju pusat layanan kesehatan reproduksi dan kesehatan perempuan.
RSUDAM memproyeksikan pengembangan Fertility Center sebagai bagian dari penguatan ekosistem layanan kesehatan reproduksi dan kesehatan perempuan. Selain fertilitas, roadmap layanan mencakup pengembangan layanan gangguan haid dan menopause serta Center Endometriosis & Minimally Invasive Gynecology. Dengan pendekatan tersebut, pasien diharapkan memperoleh alur pelayanan yang lebih terintegrasi, mulai dari asesmen, pemeriksaan, penatalaksanaan hingga tindak lanjut.
Di bawah kepemimpinan Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, dr. Imam Ghozali, Sp.An., KMN., M.Kes., jajaran manajemen terus mendorong agar setiap pengembangan layanan dilakukan secara terencana, bertahap, berbasis kebutuhan pasien, serta memperhatikan kesiapan SDM, sarana prasarana, sistem dan standar keselamatan pelayanan. Pengembangan Klinik Fertilitas dan layanan kesehatan perempuan ini menjadi bagian dari upaya RSUDAM memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan reproduksi yang profesional dan terintegrasi.
Dengan pengembangan ini, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung berkomitmen menghadirkan layanan yang semakin lengkap, terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, dengan mengedepankan keamanan, profesionalisme, privasi dan kesinambungan pelayanan.
RSUD Dr. H. Abdul Moeloek — Bekerja dengan Hati, Melayani dengan Cinta.
(Ng)




