LAMPUNGRADAR24.co.id — Pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Provinsi Lampung masa bakti 2026–2031 resmi dilantik di Balai Keratun, Sabtu (12/09/2026). Mengusung tema “Memperkokoh Khidmah, Meneguhkan Integritas, Menuju Pagar Nusa Berkemajuan”, pelantikan ini menandai langkah baru organisasi untuk semakin kokoh mengabdi, bersatu, dan berkontribusi bagi masyarakat serta daerah.
Ketua PW Pagar Nusa Lampung, Ahmad Bashar, dalam sambutannya menegaskan bahwa prioritas utama pengurus baru adalah konsolidasi dan penataan struktur hingga ke tingkat cabang serta ranting.
“Kami ingin Pagar Nusa benar-benar mengabdi kepada para ulama dan kiai, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama. Kami menjaga persatuan, menjaga kepercayaan yang diberikan Polda Lampung untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta senantiasa mendukung seluruh program Pemerintah Daerah Lampung,” ujar Bashar.
Ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah terus merangkul dan mengayomi organisasi ini, agar perjalanan Pagar Nusa tidak berjalan tertatih-tatih. Hingga saat ini, kepengurusan telah terbentuk di 15 kabupaten/kota dengan jumlah anggota yang terdata sekitar 40 ribu orang.
“Pagar Nusa adalah satu-satunya badan otonom NU yang bergerak di bidang pencak silat. Ini bukan milik perorangan, melainkan milik seluruh keluarga besar NU. Maka, ketaatan kepada induk organisasi harus dijaga,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PW NU Lampung, Safari Daud, mengajak Pagar Nusa untuk semakin hadir di tengah warga, khususnya di lingkungan pondok pesantren Nahdlatul Ulama yang tersebar di seluruh Lampung. Kehadiran Pagar Nusa harus terasa nyata, menjadi benteng nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, serta bersinergi dengan lembaga-lembaga di bawah NU.
“Kehadiran Pagar Nusa harus menyatu dengan masyarakat. Bersama Banser dan lembaga-lembaga lain, kita menjadi satu kekuatan untuk menjaga persatuan dan kesatuan,” ujar Safari.
Wakil Ketua Umum Pagar Nusa Pusat, Edy Junaedi, yang hadir mewakili pengurus pusat, mengingatkan pengurus baru untuk mempererat hubungan dengan NU sebagai induk, memperkuat jejaring organisasi, serta menjaga persatuan antarperguruan silat.
“Jangan lelah berkhidmat. Pagar Nusa harus menjadi kekuatan yang menjaga keutuhan NKRI, bersinergi dengan seluruh elemen bangsa, dan berkoordinasi erat dengan Pemerintah Provinsi Lampung,” pesannya.
Mewakili Pemerintah Provinsi Lampung, Kepala Bapenda Saiful menyambut baik pelantikan ini. Pemprov membuka ruang seluas-luasnya bagi Pagar Nusa untuk turut serta membangun Lampung yang maju dan berkarakter.
“Pembangunan tidak hanya soal fisik dan infrastruktur, tetapi juga membangun mental, spiritual, dan karakter generasi muda. Di sinilah peran Pagar Nusa sangat dibutuhkan,” ujar Saiful.
Ia berharap seni bela diri pencak silat menjadi sarana pemersatu, bukan pemicu perpecahan, serta menjaga nilai-nilai luhur persatuan yang diwariskan para ulama dan pendahulu.
Acara pelantikan ini dihadiri oleh para kiai, tokoh masyarakat, perwakilan DPRD Lampung, IPSI Lampung, Bawaslu, KPU, serta seluruh keluarga besar Pagar Nusa dari berbagai kabupaten/kota di Lampung.
(Ng)



