LAMPUNG.RADAR24.CO.ID-Dugaan aksi bullying oleh sekelompok siswa terhadap salah seorang siswi terjadi di Madrasah Tsanawiyah Negeri (Mts N) Kalianda, Lampung Selatan. Korbannya berinisial R (12) ,siswa kelas VII, warga Jln. Cinta, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.
Akibat kejadian tersebut , R mengalami ketakutan dan tidak mau berangkat sekolah sebelum ada penyelesaian persoalan itu.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (21/8) , di salah satu ruang kelas sekolah yang beralamat di Jalan Lintas Sumatera, tidak jauh dari rumah dinas Bupati Lampung Selatan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, perundungan diawali saat para siswa mengenakan pakaian olahraga. Seorang siswa diduga memeloroti celana training korban.
Tak terima diperlakukan demikian, R mencoba membalas. Namun, sejumlah siswa lain justru ikut memeloroti celana korban hingga hampir mencapai lutut.
“Ibu, saya enggak mau sekolah lagi. Saya mau pindah,” ujar R menirukan pernyataannya kepada orang tua, sebagaimana disampaikan dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/8/2026).
Orang tua R, Huri (37), mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah putrinya menangis dan menolak berangkat sekolah. Setelah didesak, R akhirnya menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya.
“Saya langsung menghubungi salah seorang guru di sekolah. Tadi (Sabtu) saya dipanggil pihak sekolah,” kata Huri.
Namun, Huri menyayangkan pihak sekolah hanya mengundang dirinya sebagai orang tua korban, sementara orang tua siswa lain yang terlibat tidak turut dipanggil.
”Harusnya orang tua atau wali murid yang terlibat permasalahan itu juga diundang,” sesalnya.
Huri yang didampingi kerabatnya, Wawan, mengungkapkan bahwa korban juga menerima pesan singkat berisi kata-kata tidak senonoh dan ancaman melalui aplikasi perpesanan.
”Ada ancaman di WA, mau ditandai anak saya. Apa maksudnya ini? Ini bukan sekadar bercanda. Sampai anak saya menangis,” tutur Huri.
Meski sempat berniat melaporkan kasus ini ke pihak berwajib, Huri memilih menahan diri dan meminta agar sekolah menyelesaikan persoalan secara internal.
Hingga berita ini diturunkan, pihak MTs N Kalianda belum memberikan tanggapan resmi terkait kasus perundungan tersebut. (*)



