LAMPUNGRADAR24.co.id – Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Irfan Setiawan, SE, menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di wilayah Kecamatan Telukbetung Utara, Kota Bandar Lampung, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sekaligus mendorong penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

Kegiatan tersebut dimoderatori Agus Pramudya dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Suheli, SH, dan Palgunadi, STP. Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai pengamalan Pancasila, persoalan pendataan desil, serta pentingnya pendidikan dalam membangun masa depan bangsa.

 

Dalam sambutannya, Irfan Setiawan berharap nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diterapkan dan diwariskan kepada generasi penerus.

 

“Semoga ideologi Pancasila ini dapat diterapkan dan dilanjutkan oleh anak-anak kita,” ujar Irfan.

 

Anggota DPRD Kota Bandar Lampung yang telah menjalani tiga periode tersebut menekankan pentingnya pembinaan wawasan kebangsaan agar masyarakat, khususnya generasi muda, memahami nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Suheli: Semangat Suporter Cerminkan Persatuan Bangsa

 

Dalam pemaparannya, Suheli, SH, mengajak masyarakat melihat pengamalan Pancasila melalui berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari, termasuk semangat masyarakat dalam mendukung tim nasional Indonesia di ajang olahraga.

 

Menurutnya, dukungan masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan daerah menunjukkan adanya semangat kebersamaan yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

 

Ia mencontohkan dukungan suporter dari berbagai provinsi yang hadir di Gelora Bung Karno (GBK). Menurut Suheli, semangat tersebut mencerminkan pengamalan sila ketiga Pancasila, yakni Persatuan Indonesia.

 

“Ketika masyarakat dari berbagai daerah dan agama bersatu memberikan dukungan kepada tim nasional, hal itu menunjukkan semangat persatuan yang harus terus kita jaga,” jelasnya.

 

Selain membahas wawasan kebangsaan, Suheli turut menyoroti persoalan penetapan desil yang menjadi perhatian masyarakat, terutama karena berkaitan dengan pendataan dan penentuan sasaran program bantuan pemerintah.

 

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak serta-merta menyalahkan pamong, lurah, maupun anggota DPRD apabila menemukan ketidaksesuaian data desil.

 

Menurutnya, pendataan tersebut berkaitan dengan proses sensus dan verifikasi data. Ia menyampaikan bahwa pemerintah sedang melakukan perbaikan terhadap persoalan pendataan tersebut.

 

Palgunadi Tekankan Pentingnya Pendidikan

Sementara itu, narasumber Palgunadi, STP, menyoroti pentingnya pendidikan sebagai bekal masyarakat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

 

Ia mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk terus meningkatkan kemampuan akademik agar dapat memanfaatkan berbagai peluang pendidikan, termasuk program beasiswa yang disediakan pemerintah.

 

“Pendidikan itu sangat penting bagi kita. Tingkatkan kemampuan akademik agar bisa memperoleh kesempatan beasiswa yang diberikan pemerintah,” ujarnya.

 

Palgunadi juga menyinggung isu yang berkembang di ruang publik terkait persyaratan pendidikan seorang pemimpin nasional. Ia menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pemenuhan persyaratan pendidikan dalam proses pencalonan pemimpin serta perlunya transparansi dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

 

Terkait persoalan desil, Palgunadi menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami mekanisme pendataan secara tepat. Menurutnya, pendataan dilakukan melalui proses survei atau sensus, bukan semata-mata berdasarkan penilaian pamong, lurah, maupun anggota DPRD.

 

Ia berharap perbaikan data yang dilakukan pemerintah dapat menghasilkan pendataan yang lebih akurat sehingga program bantuan sosial maupun program pemerintah lainnya dapat menjangkau masyarakat sesuai kriteria yang ditetapkan.

 

(Ng)