LAMPUNGRADAR24.co.id – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, SE., M.Si., mengajak masyarakat untuk terus memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila serta memahami sejarah perjuangan bangsa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

Pesan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (30/9/2026) siang.

 

Kegiatan yang diikuti masyarakat setempat itu menghadirkan dua narasumber, yakni Noviansyah, S.Sos. dan Rahmat Navindra, S.Ip., dengan moderator Zulkarnain.

 

Dalam sambutannya, Dedi Yuginta mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

 

Menurutnya, semangat perjuangan para pendahulu harus menjadi pengingat bagi generasi saat ini untuk menjaga kemerdekaan dengan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Pada zaman kemerdekaan, semangat perjuangan begitu besar. Kita harus bersyukur dengan kemerdekaan yang kita rasakan saat ini karena kita dapat hidup bebas dan menjalankan kehidupan sebagai bangsa yang merdeka,” ujar Dedi.

 

Dedi juga menyinggung momentum 30 September yang berkaitan dengan sejarah Gerakan 30 September (G30S) dan peristiwa yang dalam sejarah Indonesia dikaitkan dengan PKI.

 

Ia menilai sejarah bangsa perlu dipahami dan dipelajari agar generasi penerus tidak melupakan perjalanan panjang bangsa Indonesia.

 

“Sejarah tidak boleh kita lupakan. Generasi muda harus mengetahui sejarah bangsa agar dapat mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa yang pernah terjadi,” katanya.

 

Sementara itu, narasumber Noviansyah, S.Sos., memaparkan nilai-nilai Pancasila beserta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Ia menjelaskan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, saling menghargai dan memiliki semangat persatuan.

 

Noviansyah juga menekankan pentingnya bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa di tengah keberagaman suku, budaya dan bahasa daerah.

 

Narasumber lainnya, Rahman Navindra, S.Ip., menjelaskan mengenai empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

 

Rahman memberikan sejumlah contoh penerapan empat pilar tersebut dalam kehidupan bermasyarakat, mulai dari menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menaati aturan, hingga mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.

 

(Ng)