LAMPUNGRADAR24.co.id – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Bandar Lampung menyiapkan teguran dan sanksi internal terhadap kader yang terlibat dalam polemik isu perselingkuhan yang sempat menjadi perhatian publik. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk penegakan disiplin sekaligus menjaga citra dan kepercayaan masyarakat terhadap partai.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

Ketua DPD PAN Bandar Lampung, Firmansyah Y. Alfian, mengatakan sanksi internal tetap akan diberikan meskipun persoalan antara para pihak telah diselesaikan secara kekeluargaan dan laporan kepolisian telah dicabut.

 

Menurut Firmansyah, partai memiliki kepentingan untuk mengambil langkah internal karena polemik tersebut telah menimbulkan kehebohan di tengah masyarakat dan berdampak terhadap citra PAN.

 

“Walaupun masalah itu sudah terselesaikan, tapi sudah terjadi kehebohan. Dan kami secara internal akan memberikan teguran kepada pihak-pihak yang disebutkan. Kemudian pun juga akan ada sanksi yang diberikan,” ujar Firmansyah saat konferensi pers di Kantor DPD PAN Kota Bandar Lampung, Rabu (23/9/2026).

 

Ia menyebut kader yang terlibat dalam persoalan tersebut, yakni Edison Hadjar dan Julida Astuti, telah menyepakati serta menerima sanksi yang nantinya diberikan oleh partai.

 

“Alhamdulillah juga para pihak sudah bersepakat untuk menerima sanksi yang diberikan oleh partai kepada rekan-rekan kader-kader kita tersebut,” katanya.

 

Firmansyah menegaskan, persoalan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh kader PAN agar mampu menjaga sikap, perilaku, serta nama baik partai di tengah masyarakat.

 

Menurutnya, tanggung jawab sebagai bagian dari organisasi politik tidak hanya melekat pada anggota, tetapi juga seluruh pengurus dan kader PAN.

 

“Janji partai kita adalah akan selalu hadir bersama rakyat, bergerak cepat membantu rakyat. Maka kita pun juga harus bisa menjadi suri teladan,” ujarnya.

 

Firmansyah menambahkan, kepercayaan masyarakat terhadap PAN harus dijaga melalui keteladanan para kader dalam kehidupan bermasyarakat.

 

“Harus bisa menjaga diri kita dan menjadi contoh bagi masyarakat. Bagaimana masyarakat memberikan kepercayaan kepada Partai Amanat Nasional kalau kita tidak bisa memberikan teladan kepada masyarakat,” pungkasnya.

 

(Ng)