LAMPUNGRADAR24.co.id – Ketua Fraksi DPRD Kota Bandar Lampung, Endang Asnawi, menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kampung Sawah, Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, Minggu (5/7/2026).
Kegiatan yang dimoderatori Ratna Wulandari, S.Ag., tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Anggalana, S.H., M.H., dosen Universitas Bandar Lampung, serta Suhaeli, S.H., mantan Anggota DPRD Kota Bandar Lampung periode 2014–2019. Acara juga dihadiri tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta warga setempat yang antusias mengikuti jalannya sosialisasi.
Dalam sambutannya, Endang Asnawi menekankan pentingnya menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi memperkuat wawasan kebangsaan, terutama di tengah derasnya arus informasi pada era digital.
Menurutnya, perkembangan media sosial memberikan banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran informasi yang belum tentu benar dan berpotensi memecah belah persatuan bangsa apabila tidak disikapi secara bijaksana.
“Tujuan kegiatan ini agar kita semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila serta memperkuat wawasan kebangsaan. Di era digital saat ini, masuknya informasi dari berbagai media, termasuk media asing, dapat memecah belah persatuan apabila kita tidak bijak dalam menyikapinya,” ujar Endang.
Politisi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Bandar Lampung itu mengajak Masyarakat untuk mengawal setiap kebijakan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, dengan sikap kritis yang tetap mengedepankan kepentingan rakyat.
“Kita harus mengawal kebijakan pemerintah dari pusat hingga daerah. Sikap kritis itu penting, tetapi harus tetap berpihak kepada kepentingan rakyat. Selain itu, jika menerima informasi dari media sosial, jangan langsung dibagikan. Pastikan terlebih dahulu kebenaran dan sumber informasinya,” pesannya.
Endang juga mengingatkan bahwa Pancasila dengan lima silanya mengandung nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, apabila nilai-nilai tersebut diterapkan secara konsisten, maka akan tercipta kehidupan Masyarakat yang aman, damai, harmonis, serta penuh semangat persatuan.
Ia turut mengajak Masyarakat untuk terus menjaga toleransi antarumat beragama, menghormati sesama tanpa memandang perbedaan, serta menjunjung tinggi sikap saling menghargai antara yang lebih tua maupun yang lebih muda sebagai bentuk nyata pengamalan Pancasila.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh kedua narasumber. Suhaeli memaparkan materi mengenai Ideologi Pancasila, mulai dari sejarah lahirnya Pancasila, fungsi sebagai dasar negara dan ideologi bangsa, hingga implementasinya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Sementara itu, Anggalana menyampaikan materi mengenai Wawasan Kebangsaan. Ia mengajak Masyarakat untuk terus memperkuat rasa cinta tanah air, menjaga persatuan di tengah keberagaman, serta meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh informasi yang bersifat provokatif maupun hoaks.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, diharapkan Masyarakat semakin memahami pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat kebangsaan, serta berperan aktif menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah tantangan perkembangan teknologi informasi.
(Ng)




