LAMPUNGRADAR24.co.id– Pimpinan Wilayah (PW) Wanita Islam Provinsi Lampung menggelar puncak peringatan Milad ke-64 yang dirangkaikan dengan Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Masjid Al Muhajirin, Perumnas Way Halim, Kota Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026) pagi.
Mengusung tema “Membangun Keluarga Tangguh, Menguatkan Ekonomi dan Menebar Manfaat Bagi Umat”, kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri pengurus Wanita Islam se-Provinsi Lampung, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, organisasi-organisasi perempuan, serta para jamaah.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 133-134 oleh qari’ah Fatimah Azzahra, didampingi sari tilawah Hj. Bakdiana Kurnianti, S.E.
Ketua Panitia, Prof. Dr. Hj. Umi Hijriyah, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus Wanita Islam se-Provinsi Lampung, jamaah, dan panitia yang telah bekerja sama sehingga rangkaian Milad ke-64 dan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dapat terselenggara dengan baik.
“Terima kasih kepada seluruh pengurus Wanita Islam se-Provinsi Lampung, para jamaah yang hadir, serta seluruh panitia yang telah bekerja sama sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, sambutan Ketua PW Wanita Islam Provinsi Lampung Ir. Hj. Handjarita Gatot, M.B.A., yang dibacakan Ketua I Dra. Hj. Rumaimah, M.Pd.I., menegaskan bahwa usia 64 tahun merupakan bukti ketahanan, konsistensi, dan keikhlasan perjuangan organisasi dalam mengabdi kepada umat.
“Usia 64 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah organisasi. Angka ini menjadi bukti ketahanan, konsistensi, dan keikhlasan para pejuang Wanita Islam dari masa ke masa, khususnya di Bumi Ruwa Jurai yang kita cintai,” katanya.
Ia mengatakan, momentum Milad yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah harus dimaknai sebagai semangat hijrah untuk melakukan transformasi diri maupun organisasi menjadi lebih baik.
Menurutnya, tema yang diangkat tahun ini memiliki tiga pilar utama, yakni membangun keluarga tangguh, menguatkan ekonomi, dan menebar manfaat bagi umat.
Pada aspek keluarga, Wanita Islam menegaskan pentingnya keluarga sebagai madrasah pertama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia. Di tengah tantangan era digital, perempuan diharapkan mampu menjadi benteng moral dan spiritual bagi keluarga.
Di bidang ekonomi, organisasi berkomitmen mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan melalui penguatan UMKM, ekonomi kreatif, dan literasi keuangan syariah agar ketahanan ekonomi keluarga semakin kuat.
Sedangkan dalam bidang sosial, Wanita Islam bertekad terus hadir di tengah Masyarakat dengan memberikan manfaat nyata melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Dalam kesempatan tersebut, PW Wanita Islam Provinsi Lampung juga menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim dan piatu sebagai bentuk kepedulian sosial organisasi.
Rumaimah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus PW, PD, PC hingga tingkat ranting atas dedikasi dan keikhlasan mereka dalam membesarkan organisasi. Ia mengajak seluruh kader untuk menyukseskan Muktamar ke-13 Wanita Islam yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Oktober 2026.
“Marilah kita jadikan momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dan Milad ke-64 ini untuk merapatkan barisan, menyatukan potensi, serta bergerak bersama secara sinergis dengan pemerintah daerah maupun organisasi kemasyarakatan lainnya,” ujarnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan Ustadz Dr. H. Anas Hidayatulloh, M.Ag. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan keistimewaan perempuan dalam Islam serta pentingnya peran perempuan dalam membangun peradaban.
Ia mencontohkan ketangguhan Asiyah, istri Fir’aun, yang menyelamatkan Nabi Musa AS ketika dihanyutkan di sungai, serta Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, yang dengan penuh kesabaran berusaha mencari air bagi putranya hingga menjadi asal-usul peristiwa Sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah.
“Perempuan adalah makhluk yang sangat istimewa yang Allah ciptakan untuk mendampingi kaum Adam. Jika perempuannya baik, maka negara akan baik. Tidak akan ada umat yang baik tanpa perempuan yang baik,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Islam memberikan penghormatan yang sangat tinggi kepada perempuan, terutama kepada ibu sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an agar senantiasa berkata baik dan tidak membentaknya.
Menurutnya, perempuan Islam harus mengambil peran strategis dalam membangun keluarga, Masyarakat, dan bangsa dengan menjadi pribadi yang kuat, berakhlak mulia, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Kegiatan berlangsung penuh khidmat dan menjadi momentum memperkuat ukhuwah, semangat hijrah, serta komitmen Wanita Islam Provinsi Lampung dalam mencetak keluarga tangguh, memberdayakan ekonomi perempuan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi umat.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama
(Ng)




