LAMPUNGRADAR24.co.id– Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menekankan pentingnya akurasi data dalam merumuskan kebijakan pengendalian inflasi di Provinsi Lampung. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dihadiri oleh Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, jajaran Forkopimda, Pimpinan Instansi Vertikal, BUMN, BUMD, serta Kepala Daerah se-Provinsi Lampung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

Dalam arahannya, Gubernur Mirza secara khusus meminta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memperkuat basis data pangan dan indikator strategis lainnya. Ia menegaskan bahwa setiap intervensi pemerintah harus evidence-based (berbasis bukti) agar tepat sasaran.

 

“Semua data ini harus diperkuat oleh BPS agar kebijakan TPID ini berdiri di atas fakta. Kadang-kadang kita bekerja membuat kebijakan, tapi tidak disertai data BPS. Jadi tidak ada alat ukur,” tegas Gubernur Mirza.

 

Jaga Keseimbangan Harga Produsen dan Konsumen Gubernur menyoroti tantangan utama dalam menjaga stabilitas harga, yakni menyeimbangkan keuntungan di tingkat petani dengan daya beli Masyarakat. Ia mengingatkan bahwa deflasi yang terlalu dalam juga bisa merugikan petani, sementara inflasi tinggi membebani rakyat.

 

“Sebagai pemerintah, kita harus bisa melihat keseimbangan. Kita ingin produksi pertanian kita menguntungkan petani, tetapi harga di Masyarakat juga harus stabil,” ujarnya. Ia juga menginstruksikan agar pasokan komoditas, seperti cabai dan bawang, diprioritaskan dari hasil produksi lokal kabupaten di Lampung sebelum mendatangkan dari luar.

 

Sinergi Bulog dan Digitalisasi Pemantauan
Terkait distribusi, Gubernur mengapresiasi kolaborasi dengan Perum Bulog dalam menjaga ketersediaan stok pangan. Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi dan digitalisasi untuk memantau pergerakan harga di pasar secara real-time agar respons pemerintah bisa lebih cepat.

 

“Pastikan distribusinya sampai ke Masyarakat berjalan dengan kontrol. Jangan sampai ada penimbunan atau permainan harga. Dinas terkait harus rutin melakukan operasi pasar dan pasar murah secara selektif,” instruksinya.

 

Menutup arahannya, Gubernur Mirza bersyukur atas capaian ekonomi Lampung saat ini. Ia menyebut bahwa di tengah pertumbuhan ekonomi yang positif, Lampung berhasil menjaga tingkat inflasi yang rendah dan terkendali dibandingkan daerah lain di Indonesia. “Ekonomi kita tumbuh, Masyarakat belanjanya juga murah. Ini harus kita pertahankan,” pungkasnya.

 

(Ng)