Lampung.Radar24.co.id, – Pengelolaan keuangan APBD-P TA 2025 Sekretariat DPRD Lampung Selatan menuai sorotan karena kenaikan anggaran yang signifikan, yaitu dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keselarasan dengan Inpres Nomor 1 Tahun 2025.
Menurut informasi yang tersedia, APBD-P TA 2025 Provinsi Lampung diarahkan untuk mendukung program-program yang berorientasi pada pemenuhan pelayanan masyarakat, pemulihan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta pengurangan kemiskinan dan kesenjangan pembangunan.
Namun, kenaikan anggaran Sekretariat DPRD Lampung Selatan yang signifikan perlu dianalisis lebih lanjut untuk memastikan bahwa penggunaan dana publik efektif dan berdampak positif bagi masyarakat. Efisiensi anggaran sangat penting untuk memastikan bahwa dana tersebut digunakan secara transparan dan akuntabel.
Hal ini dapat di lihat dari realisasi belanja pada APBD-P 2025 yang mengalami kenaikan signifikan, yaitu dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2024, dengan total anggaran mencapai Rp 12.455.059.050.
Kenaikan ini memunculkan pertanyaan tentang efisiensi penggunaan anggaran,sepertinya tak begitu berpengaruh bagi pengelolaan keuangan di Sekretariat DPRD Kabupaten Lampung Selatan.Dengan 14 paket belanja yang digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk belanja perjalanan dinas, honorarium narasumber, dan pengadaan barang dan jasa.
Jika kita pahami dalam rangka efisiensi seperti di amanatkan dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2025 itu, logikanya ada penurunan jumlah dari yang di anggarkan, tapi yang terjadi sebalik nya, terkesan seolah yang terjadi sebelumnya dikarenakan dalam APBD murni TA 2025 “terkoreksi” , lalu dalam APBD-Perubahan TA 2025 nya “di siasati”.
Dari tracking data realisasi anggaran 2025, satuan kerja ini juga mengalokasikan Rp 34.638.080.850, dengan 1.712 paket belanja yang bersumber dari APBD 2025.
Data tersebut jika dibandingkan pada realisasi belanja 2024 jauh lebih kecil, dengan 528 paket belanja bersumber dari APBD-P, sebesar Rp 560.180.100, dengan 4.152 paket belanja bersumber dari APBD 2024, dengan total anggaran Rp 12,1 miliar.
Sekretaris DPRD Lampung Selatan, Achmad Herry dikonfirmasi wartawan, hingga berita ini diposting belum merespon. Padahal sebelumnya telah berulang kali dihubungi melalui akun WhatsApp.
Begitu juga dengan Ketua DPRD Lampung Selatan, Erma Yusneli saat dihubungi untuk dikonfirmasi sama sekali tak merespon. Pesan WhatsApp yang dikirim ke Kader Partai Gerindra dari daerah pemilihan Kecamatan Natar ini bertanda ceklis.



