LAMPUNGRADAR24.co.id– RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) terus memperkuat komitmennya dalam penanganan HIV melalui pelayanan terpadu di Poli Kanca Sehati, yang menjadi pusat layanan HIV di rumah sakit tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

Layanan ini mengedepankan pendekatan holistik, profesional, dan tanpa diskriminasi bagi Orang Dengan HIV (ODHIV).

 

Saat ini, program layanan HIV melalui Klinik VCT (Voluntary Counseling and Testing) di RSUDAM melayani rata-rata sekitar 8 pasien baru per bulan dan total keseluruhan kunjungan 400 jiwa/bulan, dengan berbagai tingkat kondisi. Sebagian besar pasien datang dalam kondisi sudah memiliki keluhan tingkat lanjut karena selama ini pola penerimaan kasus masih bersifat pasif, yaitu pasien datang sendiri atau melalui rujukan fasilitas kesehatan lain.

 

Sementara itu, peningkatan kasus HIV lebih banyak terdeteksi di tingkat puskesmas karena upaya penemuan kasus secara aktif di masyarakat. Dalam penanganan HIV, secara ideal kasus berat hanya berkisar 10–20 persen dari total kasus, sehingga deteksi dini menjadi faktor yang sangat penting.

 

Di RSUDAM, layanan HIV dipusatkan di Poli Kanca Sehati, yang melayani pasien menggunakan BPJS Kesehatan maupun program nasional HIV dari Kementerian Kesehatan. Untuk pasien dengan keluhan ringan seperti diare atau gangguan kesehatan umum lainnya, pelayanan dapat menggunakan skema BPJS, sedangkan obat antiretroviral (ARV) disediakan melalui program nasional HIV.

 

Seluruh unit pelayanan diKlinik Rawat Jalan dan Rawat Inap RSUDAM dapat menangani pasien HIV tanpa diskriminasi.
Namun, pengambilan obat ARV terpusat di Poli Kanca Sehati, termasuk dalam proses pelayanan hingga penanganan akhir seperti koordinasi dengan kamar jenazah apabila diperlukan. Selain memberikan layanan medis, Poli Kanca Sehati juga menjadi pengampu layanan HIV di Provinsi Lampung.

 

RSUDAM secara rutin menyelenggarakan pelatihan dan program magang bagi tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas kesehatan melalui Direktorat Pengembangan SDM RSUDAM.

 

Tenaga kesehatan RSUDAM bahkan telah tersertifikasi sebagai mentor pelatihan HIV, sehingga mampu menjadi tenaga pengajar dalam pengembangan kapasitas layanan HIV di daerah.

 

Sebagai bentuk dukungan sosial bagi pasien, RSUDAM juga bekerja sama dengan jaringan ODHA Berdaya yang mengelola rumah singgah bagi pasien HIV yang berlokasi di Jalan Perintis kemerdekaan. Rumah singgah ini menjadi tempat dukungan sementara bagi pasien yang membutuhkan pendampingan selama menjalani pengobatan.

 

RSUDAM mendukung penuh 5 program Kementerian Kesehatan Untuk mempercepat penanggulangan HIV/AIDS.
Ke depan, RSUDAM juga tengah mengembangkan berbagai inovasi layanan di bawah Poli Kanca Sehati, antara lain:

1. Pengembangan layanan akhir pekan dan layanan di luar jam kerja, untuk memudahkan akses pasien terhadap layanan HIV.

2. Penguatan layanan vaksinasi, termasuk vaksin terkait penyakit yang sering berkaitan dengan HIV seperti vaksin kutil (HPV) dan cacar.

3. Program pelatihan HIV terstandar yang saat ini telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

 

RSUDAM juga mendorong penguatan sistem penanggulangan HIV secara lebih luas melalui pembentukan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS tingkat provinsi, yang usulannya telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Lampung.

 

Dengan berbagai upaya tersebut, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan HIV yang komprehensif, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan setiap pasien mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermartabat dan tanpa stigma.

 

(Ng)