LAMPUNGRADAR24.co.id – Pernyataan anggota DPR RI, Mukhlis Basri, terkait banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung memicu polemik di tengah Masyarakat. Senin (09/03/26).
Dalam video yang beredar 6 maret 2026 di media sosial, Mukhlis Basri menyampaikan bahwa selama 25 tahun tinggal di kawasan Korpri, dirinya belum pernah merasakan banjir seperti yang terjadi saat ini.
Dalam pernyataannya, Mukhlis Basri juga menyebut bahwa persoalan banjir tersebut merupakan “PR bagi Wali Kota” untuk segera diselesaikan.
Namun pernyataan tersebut justru menuai kritik dari berbagai kalangan Masyarakat.
Sejumlah netizen menilai bahwa sebagai wakil rakyat di tingkat pusat, anggota DPR RI semestinya tidak hanya menyampaikan kritik kepada pemerintah daerah, tetapi juga turut mengambil bagian dalam mencarikan solusi bagi persoalan yang dihadapi Masyarakat.
Bahkan, tidak sedikit warga yang mempertanyakan kontribusi nyata yang dapat diberikan oleh anggota DPR RI dalam membantu mengatasi persoalan banjir yang terus berulang di Bandar Lampung.
“Kalau hanya menyampaikan kritik tentu mudah. Tapi sebagai anggota DPR RI, seharusnya juga bisa ikut memperjuangkan solusi.Misalnya melalui kebijakan di pusat atau memperjuangkan anggaran untuk penanganan banjir,” ujar salah seorang warga.
Netizen juga menilai bahwa persoalan banjir bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah kota.
Penanganannya membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat, termasuk peran anggota DPR RI yang memiliki akses langsung terhadap kebijakan dan program pembangunan nasional.
Di sisi lain, beredar pula klarifikasi dari Masyarakat terkait video yang viral tersebut.
Disebutkan bahwa lokasi pada video terakhir bukan berada di kawasan Korpri, melainkan di perempatan jalan menuju pintu masuk Tol ITERA.
Sementara itu, Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama instansi terkait saat ini terus melakukan berbagai langkah penanganan banjir, seperti normalisasi drainase, perbaikan saluran air, serta pembersihan sungai dan talud di sejumlah titik rawan banjir.
Perdebatan yang muncul di ruang publik ini menunjukkan bahwa Masyarakat berharap para wakil rakyat, baik di daerah maupun di pusat, tidak hanya hadir dengan kritik, tetapi juga dengan solusi nyata bagi persoalan yang dihadapi warga.
(Ng)



