Lampung.Radar24.co.id,- Mahasiswa Front Cipayung Plus demo di Kalianda, tuntut dialog dengan Bupati Egi soal Pitu Vista dan 7 poin tuntutan. Aksi berjalan kondusif.Senin (23/02/2026).
Aksi mahasiswa yang terdiri dari gabungan beberapa organisasi mahasiswa seperti IMM, PMII, HMI, Dema STAI Yasba, BEM UIM, serta BEM UMK itu meminta agar pemerintahan daerah inklusif dan transparan,penguatan SDM via beasiswa dan pelatihan di Lampung Selatan,kepastian hukum THLS di Lamsel, perusahaan serap 80% tenaga lokal,perbaikan struktur pemerintahan,pemerataan infrastruktur dan rumah layak huni dan Berantas pungli di Pemkab Lamsel.
Menangapi itu, perwakilan Pemkab Lamsel, yang terdiri dari Asisten Pemerintahan dan Kesra Darmawan, Asisten Ekobang Edi Firnandi, Kepala Dinas PMD Erdiansyah, Staf Ahli Bupati Bidang PHP Anton Cermana, kepala Kesbangpol Martoni dan Maturidi selaku Kasat Pol-PP dapat meredam setelah beberapa kali dilakukan dialog.
”Bupati Egi akan jadwalkan pertemuan dengan mahasiswa untuk telaah Pitu Vista.”kata Darmawan.
Menyoroti kemajuan daerah Lampung Selatan selama dalam 1 tahun kepemimpinan Bupati Raditiyo Egi Pratama dan Wakil Bupati Syaiful Anwar,dikutip situs resmi Pemkab Lampung Selatan diantaranya, infrastruktur jalan meningkat, dengan 72,258 km jalan diperbaiki dan tingkat kemantapan jalan naik jadi 60,96%.
Pemkab juga membedah 465 rumah tak layak huni dan menurunkan angka stunting jadi 10,4%. Layanan publik membaik, dengan kepesertaan BPJS Kesehatan 97,90% dan administrasi kependudukan bisa diakses di 17 kecamatan.
Lamsel juga raih banyak penghargaan, seperti WTP ke-9 dari BPK RI dan Peringkat Tiga Terbaik se-Lampung pada Survey Kepuasan Publik 2025.
Selain itu beberapa capaian strategis yang telah diraih antara lain:
Infrastruktur Pembangunan dan peningkatan jalan kabupaten sepanjang 72,258 km di 53 ruas pada 17 kecamatan, dengan tingkat kemantapan jalan meningkat dari 54,97% pada 2024 menjadi 60,96% pada 2025.
Pelayanan Publik: Kepesertaan BPJS Kesehatan mencapai 97,90%, dan layanan administrasi kependudukan dapat diakses di seluruh 17 kecamatan.
Perumahan: Perbaikan 465 unit rumah tidak layak huni melalui program Bedah Rumah, dan tambahan 221 unit rumah yang telah selesai dibangun.
Stunting: Prevalensi stunting tercatat 10,4% pada 2024, dengan target penurunan hingga 5% pada 2025.
Lampung Selatan juga meraih beberapa penghargaan, seperti:
Peringkat Tiga Besar Terbaik se-Lampung pada Survey Kepuasan Publik 2025
WTP ke-9 berturut-turut dari BPK RI
Penghargaan Strengthening of Social Forestry (SSF) dari Kementerian Kehutanan
Adi Praja Satwa Sewaka Madya, Kabupaten Layak Anak kategori Nindya
Pemimpin Daerah Award 2025 iNews TV
Excellence Tourism and Food Sustainability Integration dari KITA Awards 2025 Garuda TV

